PENYULUHAN PADA PETUGAS KUSTA TENTANG PENTINGNYA FAKTOR PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA
ABSTRAK Prevalensi kusta tahun 2018 sebesar 1,5/10.000 di Kabupaten Tuban. Program eliminasi kusta dengan menggunakan metode Multi Drug Treatment (MDT) dari WHO telah dilaksanakan, namun masih ditemukan kasus baru infeksi kusta. Hal tersebut dipengaruhi oleh aspek antropologis dan sosial, yang berpe...
Saved in:
Main Authors: | , |
---|---|
Format: | UMS Journal (OJS) |
Language: | eng |
Published: |
Universitas Muhamamdiyah Surakarta
2021
|
Subjects: | |
Online Access: | https://journals2.ums.ac.id/index.php/jpmmedika/article/view/353 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
_version_ | 1805337321102376960 |
---|---|
author | Prakoeswa, Flora Ramona Sigit Puspitasari, Erlita |
author_facet | Prakoeswa, Flora Ramona Sigit Puspitasari, Erlita |
author_sort | Prakoeswa, Flora Ramona Sigit |
collection | OJS |
description | ABSTRAK
Prevalensi kusta tahun 2018 sebesar 1,5/10.000 di Kabupaten Tuban. Program eliminasi kusta dengan menggunakan metode Multi Drug Treatment (MDT) dari WHO telah dilaksanakan, namun masih ditemukan kasus baru infeksi kusta. Hal tersebut dipengaruhi oleh aspek antropologis dan sosial, yang berpengaruh pada sistem makro (kebijakan pemerintah), meso (lingkungan sekitar), maupun mikro (hospes dan sistem imunitas), salah satunya adalah kualitas pelayanan kesehatan oleh para petugas kusta. Dilaksanakan penyuluhan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban yang merupakan salah satu daerah kantong endemis kusta di Jawa Timur. Upaya ini merupakan salah satu strategi pengendalian penyakit kusta dan upaya pencegahan guna memutus rantai penularan kusta dengan cara meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah endemis kusta. Penyuluhan ini diikuti oleh 15 peserta merupakan perwakilan tiap puskesmas di wilayah Kabupaten Tuban. Penyuluhan dilakukan dengan cara konseling, diskusi, dan tanya-jawab tentang pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya infeksi kusta di daerah endemis kusta.Untuk mengukur pemahaman sebelum dan setelah penyuluhan dilakukan “one group pre and post test design”. Data yang didapatkan dianalisis dengan uji Paired sample t test atau Wilcoxon menggunakan SPSS. Hasil analisis didapatkan rerata nilai pre test=68,67dan post test = 93,33. Hasil uji Wilcoxon didapatkan seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman (nilai p 0,001). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat peningkatan pemahaman petugas pelayanan kesehatan setelah dilakukan penyuluhan tentang peningkatan pelayanan kesehatan
ABSTRACT
The prevalence of leprosy in 2018 was 1.5/10,000 in Tuban. The leprosy elimination program using the Multi Drug Treatment (MDT) method from WHO has been implemented, but new cases of leprosy infection are still found. This is influenced by anthropological and social aspects, which affect the macro-system (government policy), meso (surrounding environment), and micro (hospital and immune system), one of which is the quality of health services by leprosy officers. Counseling was carried out at the Tuban Health Office, which is one of the leprosy endemic in East Java. This effort is one of the leprosy control strategies and preventive efforts to break the chain of leprosy transmission by improvingteh quality of health services in leprosy endemic areas. Counseling was attended by 15 participants who were representatives of each public health center in the Tuban. Counseling was done with education, discussion, and question-answer. To measure understanding, it is used “one group pre and post test design”. The data obtained was analyzed by Paired T Test or Wilcoxon using SPSS. The average pretest value=68,67 and posttest=93,33. Wilcoxon test result showed that all participants experienced an increase in understanding (p value of 0,001). It is conclude that there is an increase understanding after improving health services counseling. |
format | UMS Journal (OJS) |
id | oai:ojs2.journals2.ums.ac.id:article-353 |
institution | Universitas Muhammadiyah Surakarta |
language | eng |
publishDate | 2021 |
publisher | Universitas Muhamamdiyah Surakarta |
record_format | ojs |
spelling | oai:ojs2.journals2.ums.ac.id:article-353 PENYULUHAN PADA PETUGAS KUSTA TENTANG PENTINGNYA FAKTOR PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA Prakoeswa, Flora Ramona Sigit Puspitasari, Erlita Kusta pelayanan kesehatan daerah endemis ABSTRAK Prevalensi kusta tahun 2018 sebesar 1,5/10.000 di Kabupaten Tuban. Program eliminasi kusta dengan menggunakan metode Multi Drug Treatment (MDT) dari WHO telah dilaksanakan, namun masih ditemukan kasus baru infeksi kusta. Hal tersebut dipengaruhi oleh aspek antropologis dan sosial, yang berpengaruh pada sistem makro (kebijakan pemerintah), meso (lingkungan sekitar), maupun mikro (hospes dan sistem imunitas), salah satunya adalah kualitas pelayanan kesehatan oleh para petugas kusta. Dilaksanakan penyuluhan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban yang merupakan salah satu daerah kantong endemis kusta di Jawa Timur. Upaya ini merupakan salah satu strategi pengendalian penyakit kusta dan upaya pencegahan guna memutus rantai penularan kusta dengan cara meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah endemis kusta. Penyuluhan ini diikuti oleh 15 peserta merupakan perwakilan tiap puskesmas di wilayah Kabupaten Tuban. Penyuluhan dilakukan dengan cara konseling, diskusi, dan tanya-jawab tentang pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya infeksi kusta di daerah endemis kusta.Untuk mengukur pemahaman sebelum dan setelah penyuluhan dilakukan “one group pre and post test design”. Data yang didapatkan dianalisis dengan uji Paired sample t test atau Wilcoxon menggunakan SPSS. Hasil analisis didapatkan rerata nilai pre test=68,67dan post test = 93,33. Hasil uji Wilcoxon didapatkan seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman (nilai p 0,001). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat peningkatan pemahaman petugas pelayanan kesehatan setelah dilakukan penyuluhan tentang peningkatan pelayanan kesehatan ABSTRACT The prevalence of leprosy in 2018 was 1.5/10,000 in Tuban. The leprosy elimination program using the Multi Drug Treatment (MDT) method from WHO has been implemented, but new cases of leprosy infection are still found. This is influenced by anthropological and social aspects, which affect the macro-system (government policy), meso (surrounding environment), and micro (hospital and immune system), one of which is the quality of health services by leprosy officers. Counseling was carried out at the Tuban Health Office, which is one of the leprosy endemic in East Java. This effort is one of the leprosy control strategies and preventive efforts to break the chain of leprosy transmission by improvingteh quality of health services in leprosy endemic areas. Counseling was attended by 15 participants who were representatives of each public health center in the Tuban. Counseling was done with education, discussion, and question-answer. To measure understanding, it is used “one group pre and post test design”. The data obtained was analyzed by Paired T Test or Wilcoxon using SPSS. The average pretest value=68,67 and posttest=93,33. Wilcoxon test result showed that all participants experienced an increase in understanding (p value of 0,001). It is conclude that there is an increase understanding after improving health services counseling. Universitas Muhamamdiyah Surakarta 2021-09-01 info:eu-repo/semantics/article info:eu-repo/semantics/publishedVersion Peer-reviewed Article application/pdf https://journals2.ums.ac.id/index.php/jpmmedika/article/view/353 10.23917/jpmmedika.v1i2.353 Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika; Vol 1. No. 2, September 2021; 30-34 2775-7943 2775-7951 eng https://journals2.ums.ac.id/index.php/jpmmedika/article/view/353/135 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika |
spellingShingle | Kusta pelayanan kesehatan daerah endemis Prakoeswa, Flora Ramona Sigit Puspitasari, Erlita PENYULUHAN PADA PETUGAS KUSTA TENTANG PENTINGNYA FAKTOR PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA |
title | PENYULUHAN PADA PETUGAS KUSTA TENTANG PENTINGNYA FAKTOR PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA |
title_full | PENYULUHAN PADA PETUGAS KUSTA TENTANG PENTINGNYA FAKTOR PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA |
title_fullStr | PENYULUHAN PADA PETUGAS KUSTA TENTANG PENTINGNYA FAKTOR PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA |
title_full_unstemmed | PENYULUHAN PADA PETUGAS KUSTA TENTANG PENTINGNYA FAKTOR PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA |
title_short | PENYULUHAN PADA PETUGAS KUSTA TENTANG PENTINGNYA FAKTOR PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA |
title_sort | penyuluhan pada petugas kusta tentang pentingnya faktor peningkatan pelayanan kesehatan untuk mencegah terjadinya infeksi kusta di daerah endemis kusta |
topic | Kusta pelayanan kesehatan daerah endemis |
topic_facet | Kusta pelayanan kesehatan daerah endemis |
url | https://journals2.ums.ac.id/index.php/jpmmedika/article/view/353 |
work_keys_str_mv | AT prakoeswafloraramonasigit penyuluhanpadapetugaskustatentangpentingnyafaktorpeningkatanpelayanankesehatanuntukmencegahterjadinyainfeksikustadidaerahendemiskusta AT puspitasarierlita penyuluhanpadapetugaskustatentangpentingnyafaktorpeningkatanpelayanankesehatanuntukmencegahterjadinyainfeksikustadidaerahendemiskusta |