ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PETERNAKAN SAPI DI KETITANG NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI

Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan usaha ternak sapi potong dalam kaitan kelayakan usaha ternak, untuk mengetahui berapa minimal seorang peternak mengusahakan ternak sapi potong, dan untuk menghindarkan keterlanjutan investasi pada usaha yang tidak menguntungkan. Analis...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: PURBOWATI, AJENG
Format: Thesis
Language:English
English
Published: 2010
Subjects:
Online Access:https://eprints.ums.ac.id/9843/
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan usaha ternak sapi potong dalam kaitan kelayakan usaha ternak, untuk mengetahui berapa minimal seorang peternak mengusahakan ternak sapi potong, dan untuk menghindarkan keterlanjutan investasi pada usaha yang tidak menguntungkan. Analisis finansial dapat digunakan sebagai petunjuk di bidang sarana keuangan, yang dilengkapi dengan informasi yang sangat dibutuhkan oleh pihak-pihak lain, seperti lembaga pemberi dana (perbankan) maupun rekanan usaha. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kinerja keuangan pada peternakan sapi di Boyolali yang di tinjau dari segi likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. Untuk data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data keuangan neraca dan laporan laba-rugi pada peternakan ”Lembu Muda” di Boyolali tahun 2006 – 2008, adapun teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui bagian keuangan pada peternakan ”Lembu Muda” di Boyolali. Metode penelitian ini adalah deskriptif komparatif, dengan menggunakan rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasi sebagai berikut: berdasarkan perhitungan rasio Likuiditas mengalami penurunan setiap tahun untuk Current ratio 246,75% -180,92%, Quick ratio 244,87% - 180,92%, Cash ratio 9,76%-8,92%. Untuk perhitungan berdasarkan rasio solvabilitas sudah cukup baik yaitu untuk total aktiva dengan total hutang berkisar 289,84% - 230%, untuk modal sendiri dengan total hutang yaitu berkisar 189,26% - 125,75% sehingga bisa dikatakan bahwa peternakan ”Lembu Muda sudah solvable. Dan untuk perhitungan Rentabilitas peternakan ”Lembu Muda” mengalami kenaikan yaitu berkisar 15,29% - 18,17%, untuk ROE berkisar 13% - 19,38%. Rasio pertumbuhan secara keseluruhan mengalami peningkatan disetiap tahun yang disebabkan berkurangnya hutang lancar akan tetapi peternakan masih lebih meningkatkan modal.