HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN PSIKOSOSIAL KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI
Komitmen organisasi diperlukan sebagai salah satu indikator kinerja karyawan. Karyawan dengan komitmen yang tinggi dapat diharapkan akan memperlihatkan kinerja optimal. Salah satu faktor yang berpengaruh pada komitmen organisasi yakni persepsi tentang sikap terhadap rekan kerja. Persepsi terh...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Thesis |
Language: | English English English English English English English English |
Published: |
2011
|
Subjects: | |
Online Access: | https://eprints.ums.ac.id/12353/ |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Komitmen organisasi diperlukan sebagai salah satu indikator kinerja
karyawan. Karyawan dengan komitmen yang tinggi dapat diharapkan akan
memperlihatkan kinerja optimal. Salah satu faktor yang berpengaruh pada komitmen
organisasi yakni persepsi tentang sikap terhadap rekan kerja. Persepsi terhadap rekan
kerja akan mengarah pada persepsi lingkungan psikososial, dan persepsi yang positif
terhadap lingkungan psikososial sangatlah penting bagi seorang karyawan dan
perusahaan karena saat bekerja karyawan tidak pernah lepas untuk beinteraksi
dengan komponen sosial yang ada di lingkungannya.
Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah ada hubungan antara
persepsi terhadap lingkungan psikososial kerja dengan komitmen organisasi,
sehingga penulis mengajukan hipotesis bahwa ”Ada hubungan antara persepsi
terhadap lingkungan psikososial kerja dengan komitmen organisasi”. Populasi dalam
penelitian ini adalah karyawan PT. Bayer Cikampek yang berjumlah 40 orang.
Teknik pengambilan sampel dengan studi populasi. Alat ukur yang digunakan untuk
mengungkap variabel-variabel penelitian ada 2 macam alat ukur, yaitu : (1) skala
persepsi terhadap lingkungan psikososial kerja, dan (2) skala komitmen organisasi.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh koefisien korelasi (rxy) = 0,731
dengan p≤0,01, yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara
antara persepsi terhadap lingkungan psikososial kerja dengan komitmen organisasi.
Semakin positif persepsi karyawan terhadap lingkungan psikososial kerja maka
semakin tinggi komitmen organisasi karyawan, sebaliknya semakin negatif persepsi
karyawan terhadap lingkungan psikososial kerja maka semakin rendah komitmen
organisasi karyawan. Rerata empirik variabel komitmen organisasi sebesar 65,075
dengan rerata hipotetik sebesar 65, sehingga rerata empirik > rerata hipotetik yang
berarti pada umumnya PT. Bayer Indonesia cabang Cikampek mempunyai komitmen
organisasi yang sedang, selanjutnya rerata empirik variabel persepsi terhadap
lingkungan psikososial kerja sebesar 134,500 dengan rerata hipotetik sebesar 112,5.
Jadi rerata empirik > rerata hipotetik yang berarti pada umumnya subyek mempunyai
persepsi terhadap lingkungan psikososial kerja yang tinggi. Penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara antara persepsi lingkungan psikososial kerja dengan komitmen organisasi. Peranan iklim
organisasi terhadap motivasi kerja (SE) sebesar 53,5 %, sehingga masih terdapat
46,5% faktor lain selain persepsi lingkungan psikososial kerja yang mempengaruhi
komitmen organisasi.
|
---|